
Aparat keamanan bersenjata lengkap menghentikan
semua jenis kendaraan dan memeriksanya dengan membuka bagasi kendaraan,
serta memeriksa barang bawaan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat
membahayakan atau mengganggu kelancaran pelaksanaan kegiatan KTT Luar Biasa OKI
ke-5 tahun 2016. Menurut Kolonel Czi Berlin, aparat yang
dikerahkan untuk menjaga keamanan adalah TNI dan Polisi termasuk
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga diturunkan untuk menjaga keamanan
KTT OKI.
“Selain pengetatan pengamanan yang
dilakukan aparat TNI dan Kepolisian dengan berjaga di
pintu masuk menuju JCC Senayan, Prajurit TNI dan
Polri tetap bersiaga di beberapa titik tepatnya di pintu-pintu masuk
yang akan dilalui oleh para delegasi, baik itu tingkat Menteri maupun para
Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan,” kata Kolonel Czi Berlin.
Lebih lanjut Dansatgaspen menyampaikan, beberapa
waktu lalu pada saat memimpin Apel Gelar Pasukan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun
2016 di Silang Monas, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan
bahwa tugas pengamanan KTT Luar Biasa OKI yang para prajurit
emban adalah tugas kehormatan sekaligus kepercayaan yang mengandung
misi diplomatik, karena pengamanan KTT OKI merupakan manifestasi komitmen
internasional Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi arah kemajuan kerja sama
negara-negara yang tergabung dalam OKI. Tugas pengamanan yang dilaksanakan ini
bukan sekedar tugas rutin biasa, akan tetapi tugas sangat penting
yang bersentuhan langsung pada kehormatan, citra dan kebesaran nama bangsa
Indonesia di mata dunia internasional.
Sementara itu, “untuk Satuan Tugas Pengamanan
Wilayah (Satgas Pamwil) I di bawah koordinasi Kodam Jaya telah menyiapkan 3.600
personel untuk kesuksesan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016 di
Jakarta,” tutup Dansatgaspen.
Pertemuan puncak tingkat Kepala Negara dan
Pemerintahan KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016, dihadiri oleh 605
delegasi dari 57 negara dan dua organisasi internasional. Terdapat 10 Kepala
Negara dan Pemerintahan, termasuk Indonesia, yang mengikuti KTT hari kedua,
yang akan menghasilkan keputusan penting bagi rakyat Palestina.
Agenda hari kedua KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun
2016 dimulai pada pukul 08.40 WIB, dan dibuka secara resmi oleh Presiden
RI Joko Widodo pada pukul 08.55 WIB. Dilanjutkan dengan
sambutan Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas serta Sekretaris Jenderal
OKI Iyad Ameen Madani hingga pukul 09.25 WIB dan terakhir sambutan
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Direncanakan, pada pukul 17.30 WIB
setelah tercapai kesepakatan akan dibacakan pertimbangan Draf Resolusi dan
Deklarasi Jakarta untuk Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.
0 Response to "Hari Kedua KTT OKI, TNI-Polri Perketat Pengamanan"
Post a Comment